Pages

Friday, November 25, 2011

:: Salam Maal Hijrah ::

:: 1 Muharam 1433 ::
Selesai membaca doa akhir tahun (1432) sebelum Maghrib dan membaca doa awal tahun (1433) selepas Maghrib.. Masih dalam program Pearl's In You 3.... 



Kedatangan Muharam mengajak kita untuk merenung sejenak musafir kita di dunia ini. Terkadang dalam musafir itu, kita tersalah arah, banyak kali juga kita tersilap langkah. Siang dan malam yang silih berganti seolah-olah membuai kita sehingga kadang-kadang kita lupa siang dan malam yang mendatang bukan lagi ia yang semalam. Setiap detik waktu yang berlalu tidak akan kembali melainkan pada Hari yang Dijanjikan, sama ada sebagai hujah bagi kita atau sebagai hujah ke atas kita. Justeru, renunglah kembali jauh ke dalam diri, adakah kita telah benar-benar menyempurnakan  tujuan utama kita diciptakan?


Sahabat yang dikasihi,
Allah (swt) telah menganugerahkan kepada umat Muhamad (saw) pelbagai kelebihan dan keistimewaan. Begitu juga dalam bulan Muharam, Allah telah menjanjikan kelebihan bagi orang-orang yang berpuasa padanya sebagimana sabda Nabi (saw):
Dari Abu Hurairah (ra), katanya: “Rasulullah (saw) bersabda:
“Seutama-utama berpuasa sesudah bulan Ramadhan ialah dalam bulan Allah yang dimuliakan – yakni Muharram – dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib ialah shaliatullail – yakni shalat sunnah di waktu malam.” (Riwayat Muslim).
Demikian juga kelebihan yang telah Allah janjikan pada 3 Hari Sepuluh yang utama dalam Islam. Hari Sepuluh yang pertama yang dimaksudkan adalah 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan yang padanya telah Allah jadikan suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Firman Allah (swt): (Sesungguhnya telah Kami turunkannya(al-Quran) pada malam al-Qadr, malam al-Qadr yang lebih baik dari seribu bulan).[al-Qadr: Ayat 1&2]
Diceritakan oleh Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah (saw) itu beri’tikaf dalam sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan dan beliau (saw) bersabda: “Carilah lailatul-qadri itu dalam sepuluh yang terakhir – yakni antara malam ke 21 sampai malam ke 30 – dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)
Hari sepuluh yang kedua pula adalah sepuluh hari pertama dalam bulan Zulhijjah sebagaimana dalam sabda baginda (saw):
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah (saw) bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan shalih pada hari-hari itu yang lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,” yakni hari-hari sepuluh – yang pertama dari Zulhijjah. Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, apakah juga tidak lebih dicintai oleh Allah mengerjakan jihad fi-sabilillah?”
Beliau (saw) menjawab: “Tidak lebih dicintai oleh Allah pada hari-hari selain hari-hari sepuluh itu untuk berjihad fi-sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan dirinya dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan membawa sesuatu apapun dari yang tersebut – yakni setelah berjihad lalu mati syahid. (Riwayat Bukhari)
Manakala Hari Sepuluh yang terakhir adalah Hari ‘Assyura iaitulah hari kesepuluh dalam bulan Muharam. Pada hari ini, Rasulullah (saw) telah menganjurkan umatnya untuk berpuasa padanya sebagaimana sabda baginda:
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berpuasa pada hari ‘Assyura – iaitu tanggal 10 bulan Muharram – dan memerintahkan – ummatnya – untuk berpuasa pada hari itu pula.
Kalaulah puasa pada hari Arafah dapat menutupi dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, puasa pada 10 Muharam pula, telah Allah janjikan padanya pengampunan ke atas dosa setahun yang lampau.
Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ditanya perihal berpuasa pada hari ‘Asyura – tanggal 10 Muharram, Beliau (saw) lalu bersabda: “Puasa pada hari itu dapat menutupi dosa tahun yang lampau.”
Menyingkap peristiwa di sebalik 10 Muharam, pada hari tersebut, Allah (swt) telah menyelamatkan Nabi Musa (as) dan pengikutnya dari bani Israel (yahudi) daripada Firaun dan bala tenteranya. Justeru sebagai menyatakan kesyukuran kepada Allah, Nabi Musa (as) telah berpuasa pada hari tersebut dan diikuti oleh kaumnya bani Israel. Sebagai menyalahi amalan Yahudi, Rasulullah (saw) telah menganjurkan umatnya berpuasa pada hari Tasu’a (hari kesembilan dalm Muharam).
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Niscayalah jikalau saya masih tetap hidup sampai tahun muka, tentulah saya akan berpuasa pada hari kesembilan – bulan Muharram yakni Tasu’a.” (Riwayat Muslim)
Merenung kembali keangkuhan Firaun dan ketabahan Musa (as) di sebalik peristiwa 10 Muharam, menguatkan lagi keyakinan kita pada janji Allah untuk memenangkan Islam di muka bumi. Namun adakah usaha kita pada amal dakwah sehebat dan secekal usaha Musa (as) sehingga melayakkan baginda beroleh pertolongan dari Allah?
Ketabahan Musa (as) dalam meninggikan kalimah Allah (swt) seharusnya menjadi motivasi kepada kita untuk memperbaharui azam supaya lebih cekal dan bersungguh-sungguh dalam jihad kita mencari ilmu khususnya di Perlembahan Nil, bumi Musa dan juga bumi Firaun.
Wallahua’lam.
shared from Wordpress

Monday, November 21, 2011

:: Selamat Ulang Tahun ::


Selamat
ulang
tahun.

.::TINTA
     SAMUDERA::.

Alhamdulillah, hari ni bersamaan 
21 NOVEMBER 2011
genaplah umur
::TintaSamudera::

Semoga lebih memberi manfaat 
pada masa akan datang...

Best wishes juga for the special day..
3^07o5+07

::Insyaallah.. Biiznillah::


Tuesday, November 15, 2011

:: Perjalanan Itu Sebuah Kenangan ::

:: Wardati.... so sweet, nice (^_^)!! :

"Ya Allah, jika ini adalah yang terbaik untuk-Mu dan Ad-din agama-Mu, maka permudahkanlah urusanku keseluruhannya.. "
Alhamdulillah... Perjalanan sebuah kehidupan itu benar-benar mengajarku erti kedewasaan. Menguji hati dan keseluruhan jiwaku. Sungguh, kudratku sebagai seorang manusia penuh keterbatasan.. Aku akui kelemahanku sebagai seorang hamba kepada-Mu.. Ya Hayyu Ya Qayyum, birohmatika astaghis, aslih li syakni kullah, wala takilni ila nafsi torfata a'ini... Alllaaahhh....

Berpijak di hamparan bumi, di bawah lembayung kudusnya Nur Ilahi, melabuhkan pandangan ke dada langit, menerokai celorengan awan larat yang kuumpamakan seperti lukisan abstrak di kanvas... Suasana indah dan bening.... :-)

Hampir dua bulan bermukim di daerah emas ini membawa ku menjadi nakhoda dalam pelayaran menuju cita.. Tajdid niat agar sentiasa semangat, dengan hati yang sentiasa berbolak-balik, mengukuhkan kesepaduan setiap deria. Mewaqafkan pengorbanan dalam setiap tindakan.. Waima segalanya sangat berat untuk dihadapi.

Aku berdiri sebagai seorang pemudi, melihat cabaran kehidupan yang menggila, ketempangan akidah semakin   membarah, akhlak umat Islam semakin rosak akibat serangan musuh Islam dari hari ke hari tidak pernah berhenti. Maka, umat ini memerlukan mereka yang jiwanya sangat hampir kepada Tuhan, hatinya sentiasa berpaut kepada cita-cita dan kemenangan Islam, maka pemuda adalah jawapannya. Mengapa pemuda? Sebab pemudalah mempunyai karakter yang disebut oleh As Syahid Al Imam iaitu iman, ikhlas, semangat dan amal...

"Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dan merealisasikannya, dan persiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni Iman, Ikhlas, semangat dan amal merupakan kerakter yang melekat pada diri seorang pemuda, kerana sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemahuan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda." (Risalah Ila Syabab..As Syahid Al Imam)


Lalu kita sebagai seorang Muslim haruslah bertindak, Islam bukan sekadar nama, bukan jua sekadar gelaran. tetapi sematkan Islam dalam diri. Bersatu bersama untuk meneraju Islam menghadapi fenomena dunia. Bukanlah bermaksud kita hanya berada dalam satu bulatan, tetapi kita bergerak mendukung Islam...
Semoga kamu jua bersamaku...(^_^)

3^07+507
:: Pemudi harapan ::

Wednesday, November 9, 2011

:: Melakar Cinta Di Pintu Syurga ::



Melakar Cinta Di Pintu Syurga

Album : Kompilasi Lirik Terbaik Ito Lara
Munsyid : Far East
http://liriknasyid.com


Berdirinya aku di daerah zulumat
Mengutip titis doa di malam rahmat
Bersama renai kasih yang menguyur
Ingin melakar cinta di syurga

Sesungguhnya cinta yang ku galas dulu
Hanya cinta semusim wangi sekejap
Harumnya takkan sampai ke penghujung
Indah mekarnya hanya di kuntum

Sedangkan taman-Mu amat indah
Tiap penghuninya dikurniai rahmat
Datang berbekal amalan
Tanpa sepalit noda

Setelah kian lama mengatur jejak langkah
Makin fasih mentafsir liku hidup
Diri terlepas bebas dan leka tanpa batas
Bagai menabur benih sang hilalang

Bendang-terbendang hampar padinya
Dimusnahi bena
Aku yang terpedaya

Hijrahkan aku dengan hati putih
Kembali berpaut pada akal budi
Pasrah bersujud dibawah naungan
Langit kesedaran

Moga terlakar cintaku dipintu syurga..


Lagu blog ketujuh... HUHU

:: Melawan Kesepian ::


~ Melawan Kesepian ~
Siti Nurhaliza

Apapun yang terjadi
Berjalanlah tanpa henti
Air mata yang tertahan
Waktunya tuk di jatuhkan

Nanti kita kan tahu
Betapa bijaknya hidup
Sepahit apapun ini
Pelajaran yang berarti

Reff: 
Semoga kepergianmu
Tak akan merubah apapun
Semoga bisa kulawan
Kesepianku...

Nanti kita kan tahu
Betapa bijaknya hidup
Sepahit apapun itu
Pelajaran yang berarti

Kembali ke: Reff

Reff II: 
Semoga kepergianmu
Tak akan merubah apapun
Semoga bisa kulawan
Kesepianku...

Semoga kepergianmu
Tak akan merubah apapun
Semoga bisa kulawan
Kesepianku...

lagu blog ke enam.... :-)
There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 

KALAM ILMU...

~> Khalifah di muka bumi itu perlulah akal seluas langit, mengalir seperti sungai yang deras..
=> Usia umpama harta, bukan banyaknya menjadi perhitungan, tetapi keberkatannya... Harta yang berkat sedikitnya mencukupi, banyaknya boleh diagih-agihkan.. Begitulah usia yang berkat, pendeknya bermanfaat, panjangnya melimpahkan kebaktian.
=>Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal,beerti memiliki fikiran yang baik.Dan seseorang yang memiliki fikiran yang baik akan mendapatkan kenikmatan dalam kehidupan.

=> Ketahuilah bahawa kamu akan diperbuat sepertimana kamu membuat.
=> Imam Syafie pernah berkata, "Tidak akan mulia orang yang mengangkat diri, dan tidak akan hina orang yang merendah diri.."
=> Hidup mulia, mati syurga.
=> Dusta itu memberi ruang musuh mengambil alih kuasa dan ekonomi. Pemimpin yang tidak mengamalkan Al-Quran menyebabkan berlaku permusuhan sesama sendiri.
=> Akhirat itu di hadapanmu, yang memisahkannya hanyalah selangkah bernama kematian.
~> {Al-Ankabut:57}
"Setiap yang bernyawa akan merasai mati. Kemudian hanya pada kami kamu dikembalikan.." Sedarlah, detik hadapan tidak menjamin bahawa kita masih hidup. Oleh itu, hargailah detik sekarang dengan menyediakan bekalan untuk dibawa suatu hari nanti. Selalulah ingat Allah, ingat mati, kita semakin hampir kepada-Nya..
=> Sabda Rasulullah s.a.w. "Sesiapa yang mengucapkan LAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH akan masuk syurga.."
=>Tinggalkan apa yang meragukanmu, kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan dan dusta itu menimbulkan keraguan.
=> Ya Allah, sesungguhnya Engkau yang menjadikan kesenangan, maka permudahkanlah urusan kami Ya Allah.
=>Permudahkanlah jangan menyusahkan, gembirakanlah jangan menyedihkan.

=> Dari Abu Al-Darda.. "Dahulukanlah kedua-dua telingamu daripada mulutmu,, sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut agar engkau lebih banyak mendengar dari berbicara.."
~> Songsonglah hati agar selalu bermuhasabah tentang ikhlas. Keikhlasan itu pentadbirnya adalah hati, maka pastikan hati itu selalu bersih dengan ilmu dan ibadah yang sahih. Hanya kita yang dapat menilai dan menghitung hati sendiri. Hitunglah hati sebelum ia dihitung di hadapan Allah Taala kelak.
=> Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai pergaulan adalah mereka lebih mudah menceritakan perkara-perkara negatif mengenai orang lain berbanding perkara-perkara yang postif.
=> Kecerdasan akal dan fikiran itu adalah lahir dari cahaya iman yang menyerap di hati, tetapi padamnya ia adalah kerana maksiat yang rela dan berleluasa tanpa dikawal dan dihisab.
=> Tidak sempurna iman kamu jika aku (Rasulullah) tidak dicintai melebihi cinta ibu bapa kamu dan manusia lain.
=> Hidup ini adalah teduhan dan singgahan sementara sebelum kita melangkah ke singgahan dan teduhan yang kekal selamanya. Bersedialah kita untuk menghadapnya kerana kita tidak tahu bilakah saat kita menjadi ahli teduhan selamanya itu.
=> Kata orang arifbillah, semakin jauh perjalanan kepada Tuhan, semakin jahil diri dirasakan.. tapi, bila berasa semakin sempurna maka itu tanda telah ditipu syaitan.
=> Allah memberi dunia kepada sesiapa yang dia suka atau tidak suka, tetapi Allah memberi agama kepada orang yang Dia suka iaitu orang yang beriman.
=> Sebaik-baik manusia ialah mereka yang memberi manfaat kepada orang lain, dan bukan menyusahkan orang lain.
~> Setiap yang kita lakukan bukannya apa-apa, dan kita juga bukannya siapa-siapa, jika bukan kerana besarnya cinta kita kepada-NYA.
~> Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu, dan tidak pula melihat ketampananmu, tetapi Allah melihat hatimu.
=> Dalam hidup ini ada 3 perkara yang paling berharga; Pertama: Allah yang memberi hidayah.. Kedua: Ibubapa yang memberi sokongan.. Ketiga: Masa yang selalu tinggalkan kita tanpa kita sedari. Maka, jagalah ketiga-tiga ini supaya berjaya di dunia dan di akhirat.
=> Zina itu mengakibatkan banyak wabak penyakit, tipu dalam urusniaga menyebabkan masalah ekonomi, menolak zakat menyebabkan kemarau panjang.
=> Tiada yang lebih perit dan pahit yang dirasai oleh hati dan jiwa melainkan kemaksiatan yang berterusan, malah maksiat itu adalah baja kepada nafsu amarah.
=> Firman Allah, "Katakanlah adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Hanya orang yang menerima peringatan ialah orang=orang yang berakal."