Pages


Sunday, December 25, 2011

:: Big Big World ::



Big Big World lyrics
Songwriters: Anderson, Lars; Rydberg, Emilia Hanna;



I'm a big, big girl in a big, big world
It's not a big, big thing if you leave me
But I do, do feel that I do, do will miss you much
Miss you much

I can see the first leaf falling
It's all yellow and nice
It's so very cold outside
Like the way I'm feeling inside

I'm a big, big girl in a big, big world
It's not a big, big thing if you leave me
But I do, do feel that I do, do will miss you much
Miss you much

Outside it's now raining
And tears are falling from my eyes
Why did it have to happen
Why did it all have to end

I'm a big, big girl in a big, big world
It's not a big, big thing if you leave me
But I do, do feel that I do, do will miss you much
Miss you much

I have your arms around me
Warm like fire
But when I open my eyes
You're gone

I'm a big, big girl in a big, big world
It's not a big, big thing if you leave me
But I do, do feel that I do, do will miss you much
Miss you much

I'm a big, big girl in a big, big world
It's not a big, big thing if you leave me
But I do feel I will miss you much
Miss you much




Blog Song: Ninth 9th

:: Cahaya Hati ::


Lirik Lagu Opick – Cahaya Hati



Allah engkau dekat penuh kasih sayang
Takkan pernah engkau biarkan hamba-Mu menangis
Karna kemurahan-Mu
Karna kasih sayang-Mu


Hanya bila diri-Mu
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa yang rela dia kekasih-Mu
Kau selalu terjaga yang memberi segala


Reff:
Allah Rahman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi


Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asma-Mu
Kau yang selalu terjaga yang memberi segala

Back to Reff:

Setiap mahluk bergantung pada-Mu
Dan bersujud semesta untuk-Mu
Setiap wajah mendamba cinta-Mu cahaya-Mu

Back to Reff:

Yaa Allah Ya Rahman
Yaa Allah Yaa Alllah Yaa Allah
Ya Nurul Qolbi
Yaa Allah


Lagu Blog ke-8

Thursday, December 8, 2011

:: I is For I.K.H.L.A.S ::


Ikhlas has been interpreted  as being upright, sincere, and pure. 


Purity of intension, straightforwardness in thought, pursuit of no worldly purposes in one's relationship with God, and loyalty in servanthood to God are also included here.

The word 'Ikhlas' also refers to the well-known Surah Al-Ikhlas in the Quran: "Say, He, God, is One. God the Everlasting. He never begot, nor was begotten, nor is there an equal to Him."

Ikhlas requires that one persue nothing worldly while worshipping ang obeying God, that one fulfills the duty of servanthood only because God orders it, and that one remains silent concerning any personal experiences of God's special treatment and special gifts and seek only His approval and pleasure.

Take a good care of your heart..

Sumber

Friday, November 25, 2011

:: Salam Maal Hijrah ::

:: 1 Muharam 1433 ::
Selesai membaca doa akhir tahun (1432) sebelum Maghrib dan membaca doa awal tahun (1433) selepas Maghrib.. Masih dalam program Pearl's In You 3.... 



Kedatangan Muharam mengajak kita untuk merenung sejenak musafir kita di dunia ini. Terkadang dalam musafir itu, kita tersalah arah, banyak kali juga kita tersilap langkah. Siang dan malam yang silih berganti seolah-olah membuai kita sehingga kadang-kadang kita lupa siang dan malam yang mendatang bukan lagi ia yang semalam. Setiap detik waktu yang berlalu tidak akan kembali melainkan pada Hari yang Dijanjikan, sama ada sebagai hujah bagi kita atau sebagai hujah ke atas kita. Justeru, renunglah kembali jauh ke dalam diri, adakah kita telah benar-benar menyempurnakan  tujuan utama kita diciptakan?


Sahabat yang dikasihi,
Allah (swt) telah menganugerahkan kepada umat Muhamad (saw) pelbagai kelebihan dan keistimewaan. Begitu juga dalam bulan Muharam, Allah telah menjanjikan kelebihan bagi orang-orang yang berpuasa padanya sebagimana sabda Nabi (saw):
Dari Abu Hurairah (ra), katanya: “Rasulullah (saw) bersabda:
“Seutama-utama berpuasa sesudah bulan Ramadhan ialah dalam bulan Allah yang dimuliakan – yakni Muharram – dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib ialah shaliatullail – yakni shalat sunnah di waktu malam.” (Riwayat Muslim).
Demikian juga kelebihan yang telah Allah janjikan pada 3 Hari Sepuluh yang utama dalam Islam. Hari Sepuluh yang pertama yang dimaksudkan adalah 10 hari terakhir dalam bulan Ramadhan yang padanya telah Allah jadikan suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Firman Allah (swt): (Sesungguhnya telah Kami turunkannya(al-Quran) pada malam al-Qadr, malam al-Qadr yang lebih baik dari seribu bulan).[al-Qadr: Ayat 1&2]
Diceritakan oleh Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah (saw) itu beri’tikaf dalam sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan dan beliau (saw) bersabda: “Carilah lailatul-qadri itu dalam sepuluh yang terakhir – yakni antara malam ke 21 sampai malam ke 30 – dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)
Hari sepuluh yang kedua pula adalah sepuluh hari pertama dalam bulan Zulhijjah sebagaimana dalam sabda baginda (saw):
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah (saw) bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan shalih pada hari-hari itu yang lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,” yakni hari-hari sepuluh – yang pertama dari Zulhijjah. Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, apakah juga tidak lebih dicintai oleh Allah mengerjakan jihad fi-sabilillah?”
Beliau (saw) menjawab: “Tidak lebih dicintai oleh Allah pada hari-hari selain hari-hari sepuluh itu untuk berjihad fi-sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan dirinya dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan membawa sesuatu apapun dari yang tersebut – yakni setelah berjihad lalu mati syahid. (Riwayat Bukhari)
Manakala Hari Sepuluh yang terakhir adalah Hari ‘Assyura iaitulah hari kesepuluh dalam bulan Muharam. Pada hari ini, Rasulullah (saw) telah menganjurkan umatnya untuk berpuasa padanya sebagaimana sabda baginda:
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berpuasa pada hari ‘Assyura – iaitu tanggal 10 bulan Muharram – dan memerintahkan – ummatnya – untuk berpuasa pada hari itu pula.
Kalaulah puasa pada hari Arafah dapat menutupi dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, puasa pada 10 Muharam pula, telah Allah janjikan padanya pengampunan ke atas dosa setahun yang lampau.
Dari Abu Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ditanya perihal berpuasa pada hari ‘Asyura – tanggal 10 Muharram, Beliau (saw) lalu bersabda: “Puasa pada hari itu dapat menutupi dosa tahun yang lampau.”
Menyingkap peristiwa di sebalik 10 Muharam, pada hari tersebut, Allah (swt) telah menyelamatkan Nabi Musa (as) dan pengikutnya dari bani Israel (yahudi) daripada Firaun dan bala tenteranya. Justeru sebagai menyatakan kesyukuran kepada Allah, Nabi Musa (as) telah berpuasa pada hari tersebut dan diikuti oleh kaumnya bani Israel. Sebagai menyalahi amalan Yahudi, Rasulullah (saw) telah menganjurkan umatnya berpuasa pada hari Tasu’a (hari kesembilan dalm Muharam).
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Niscayalah jikalau saya masih tetap hidup sampai tahun muka, tentulah saya akan berpuasa pada hari kesembilan – bulan Muharram yakni Tasu’a.” (Riwayat Muslim)
Merenung kembali keangkuhan Firaun dan ketabahan Musa (as) di sebalik peristiwa 10 Muharam, menguatkan lagi keyakinan kita pada janji Allah untuk memenangkan Islam di muka bumi. Namun adakah usaha kita pada amal dakwah sehebat dan secekal usaha Musa (as) sehingga melayakkan baginda beroleh pertolongan dari Allah?
Ketabahan Musa (as) dalam meninggikan kalimah Allah (swt) seharusnya menjadi motivasi kepada kita untuk memperbaharui azam supaya lebih cekal dan bersungguh-sungguh dalam jihad kita mencari ilmu khususnya di Perlembahan Nil, bumi Musa dan juga bumi Firaun.
Wallahua’lam.
shared from Wordpress

MUST REMEMBER

Daisypath Anniversary tickers Daisypath Anniversary tickers Daisypath Vacation tickers Daisypath Anniversary tickers
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 

KALAM ILMU...

=> Ketahuilah bahawa kamu akan diperbuat sepertimana kamu membuat.
=> Imam Syafie pernah berkata, "Tidak akan mulia orang yang mengangkat diri, dan tidak akan hina orang yang merendah diri.."
=> Hidup mulia, mati syurga.
=> Dusta itu memberi ruang musuh mengambil alih kuasa dan ekonomi. Pemimpin yang tidak mengamalkan Al-Quran menyebabkan berlaku permusuhan sesama sendiri.
=> Akhirat itu di hadapanmu, yang memisahkannya hanyalah selangkah bernama kematian.
~> {Al-Ankabut:57}
"Setiap yang bernyawa akan merasai mati. Kemudian hanya pada kami kamu dikembalikan.." Sedarlah, detik hadapan tidak menjamin bahawa kita masih hidup. Oleh itu, hargailah detik sekarang dengan menyediakan bekalan untuk dibawa suatu hari nanti. Selalulah ingat Allah, ingat mati, kita semakin hampir kepada-Nya..
=> Sabda Rasulullah s.a.w. "Sesiapa yang mengucapkan LAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH akan masuk syurga.."
=>Tinggalkan apa yang meragukanmu, kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan dan dusta itu menimbulkan keraguan.
=> Ya Allah, sesungguhnya Engkau yang menjadikan kesenangan, maka permudahkanlah urusan kami Ya Allah.
=>Permudahkanlah jangan menyusahkan, gembirakanlah jangan menyedihkan.

=> Dari Abu Al-Darda.. "Dahulukanlah kedua-dua telingamu daripada mulutmu,, sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut agar engkau lebih banyak mendengar dari berbicara.."
~> Songsonglah hati agar selalu bermuhasabah tentang ikhlas. Keikhlasan itu pentadbirnya adalah hati, maka pastikan hati itu selalu bersih dengan ilmu dan ibadah yang sahih. Hanya kita yang dapat menilai dan menghitung hati sendiri. Hitunglah hati sebelum ia dihitung di hadapan Allah Taala kelak.
=> Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai pergaulan adalah mereka lebih mudah menceritakan perkara-perkara negatif mengenai orang lain berbanding perkara-perkara yang postif.
=> Kecerdasan akal dan fikiran itu adalah lahir dari cahaya iman yang menyerap di hati, tetapi padamnya ia adalah kerana maksiat yang rela dan berleluasa tanpa dikawal dan dihisab.
=> Tidak sempurna iman kamu jika aku (Rasulullah) tidak dicintai melebihi cinta ibu bapa kamu dan manusia lain.
=> Hidup ini adalah teduhan dan singgahan sementara sebelum kita melangkah ke singgahan dan teduhan yang kekal selamanya. Bersedialah kita untuk menghadapnya kerana kita tidak tahu bilakah saat kita menjadi ahli teduhan selamanya itu.
=> Kata orang arifbillah, semakin jauh perjalanan kepada Tuhan, semakin jahil diri dirasakan.. tapi, bila berasa semakin sempurna maka itu tanda telah ditipu syaitan.
=> Allah memberi dunia kepada sesiapa yang dia suka atau tidak suka, tetapi Allah memberi agama kepada orang yang Dia suka iaitu orang yang beriman.
=> Sebaik-baik manusia ialah mereka yang memberi manfaat kepada orang lain, dan bukan menyusahkan orang lain.
~> Setiap yang kita lakukan bukannya apa-apa, dan kita juga bukannya siapa-siapa, jika bukan kerana besarnya cinta kita kepada-NYA.
=> Dalam hidup ini ada 3 perkara yang paling berharga; Pertama: Allah yang memberi hidayah.. Kedua: Ibubapa yang memberi sokongan.. Ketiga: Masa yang selalu tinggalkan kita tanpa kita sedari. Maka, jagalah ketiga-tiga ini supaya berjaya di dunia dan di akhirat.
=> Zina itu mengakibatkan banyak wabak penyakit, tipu dalam urusniaga menyebabkan masalah ekonomi, menolak zakat menyebabkan kemarau panjang.
=> Tiada yang lebih perit dan pahit yang dirasai oleh hati dan jiwa melainkan kemaksiatan yang berterusan, malah maksiat itu adalah baja kepada nafsu amarah.
=> Firman Allah, "Katakanlah adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Hanya orang yang menerima peringatan ialah orang=orang yang berakal."