Pages


Wednesday, November 12, 2014

:: Wanita ::

Khas utk para wanita dalam grup ini -

"Ketika Allah
menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,

"Mengapa begitu lama engkau menciptakan wanita, Ya Alllah ???"      

Allah menjawab:

"Sudahkah engkau melihat dgn teliti setiap apa yang telah aku ciptakan untuk wanita?"

Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan kerisauan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".      

Malaikat menjawab dgn takjub,

"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!"
Allah menjawab,"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan boleh bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekati dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,

"Ya Allah, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?" 

Allah menjawab,"Itu tidak seperti apa yang kau bayangkan, itu adalah air mata."      

"Untuk apa???", tanya malaikat. 

Allah melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia menunjukkan kegembiraan, kerisauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona lelaki,ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki oleh wanita.

Wanita dapat mengatasi beban lebih baik daripada lelaki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,

Dia mampu tersenyum ketika hatinya menjerit kesedihan,mampu menyanyi ketika menangis,

menangis saat terharu, bahkan tertawa ketika ketakutan.

Dia berkorban demi orang yang dicintainya,

Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,

Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,

Diaa gembira dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,

Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.

Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,
Tapi dia mampu mengatasinya.

Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.    

Allah S.W.T berfirman:         

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.

Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia,

namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."     

    "Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya. "    

     "Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah,

dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh." 

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."

"Aku memberinya kekuatan untuk menyokong suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya  untuk melindungi hatinya."  

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya,

tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu."   

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan." 

"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk tubuh yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.

Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada."    

     "CINTANYA TANPA SYARAT".

Allahuakbar... specially dedicated to Umi & wanita disana dan disini. Istimewanya seorang Ummi dan beruntungnya dijadikan sebagai seorg wanita. 


Posted via Blogaway

Saturday, October 25, 2014

:: Pentingnya Bersahabat ::

Pentingnya Bersahabat

Diriwayatkan, bahawa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk kedalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu di Dunia.

Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah:

"Yaa Rabb..
Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia solat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."

Maka Allah berfirman:
"Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat2 mu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah"
(HR : Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Basri berkata: "Perbanyaklah sahabat2 mukminmu, kerana mereka memiliki Syafa'at pada hari Kiamat nanti".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat2 nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukanku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku:
"Wahai Rabb Kami..
Hamba-Mu si fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"

SAHABAT Ku..
Mudah2an dengan ini, aku telah mengingatkanmu Tentang Allah ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Redha-Nya..
آمِيّنْ. يَا رَبَّ العَالَمِينْ
Ya Allah
Aku Memohon kepada-Mu.. Kurniakanlah kepadaku sahabat2 yang selalu mengajakku untuk tunduk patuh & taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat kelak...

Oleh itu...
Carilah seberapa ramai sahabat yang baik yang menunjukkan jalan2 ke Syurga & jalan2 kebaikan.

WAHAI SAHABATKU
JANGAN LUPA BERTANYA TENTANGKU NANTI...JIKA AKU TIADA DI SYURGA NANTI 


Posted via Blogaway

Friday, September 26, 2014

:: Pentingnya Mindset Kita ::

"MINDSET"

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia
memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan
kepadamu untuk keberhasilan hidupmu”

“Pertama : Jangan sesekali menagih hutang daripada sesiapa pun”

“Kedua : Jangan sesekali tubuhmu terkena terik
matahari secara langsung”

5 TAHUN BERLALU:

Sang ibu menjenguk anak sulungnya
dengan kedudukan perniagaannya yg sgt mendukacitakan.

Si ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kedudukan perniagaanmu demikian?”.

Si sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…

Saya dilarang menagih hutang drpd siapapun
sehingga banyak hutang yang tidak dibayar dan lama²
habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar
matahari secara langsung dan saya hanya hanya ada sebuah motorsikal, itulah sebabnya pergi dan pulang
kerja saya selalu naik teksi”.

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang
keadaannya berbeda jauh.

Si bungsu sukses
menjalankan bperniagaannya.

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu
sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti
pesan ayah, wahai ibuku..

Pesan yang pertama saya dilarang
menagih hutang kepada siapapun. Oleh karena itu
saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun
sehingga modal saya tetap kukuh”.

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari
secara langsung, maka dengan motorsikal yang saya ada
saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan
pulang setelah matahari terbenam, sehingga para
pelanggan tahu kedai saya buka lebih awal dan tutup
lebih lewat”.

Perhatikan..
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA,
namun masing² memiliki penafsiran dan sudut pandang
atau MINDSET berbeda.

Mereka MELAKUKAN cara yang
berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda
pula.

Hati² lah dengan Mindset kita..
Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya
mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

Choices we made can be differences..


Posted via Blogaway

Wednesday, September 17, 2014

:: Wahai Anakku ::

Dari wall Ust Tuan Ibrahim Tuan Man

Wahai anakku,
Sebelum menegur, tanyalah diri apakah niat menegur engkau. Jika niatnya adalah untuk menjaga ego sendiri, batalkan niat menegur tersebut. Jika niatmu adalah untuk menghukum pihak yang tidak bersetuju dengan kamu, batalkanlah niat menegur itu. Jika niatmu adalah untuk memalukan orang, lagilah perlu dibatalkan niat kamu. Jikalau niatmu adalah untuk menunjukkan sendiri lebih pandai, batalkan niatmu. Jikalau niatmu untuk merendahkan pihak lawan, batalkanlah juga niatmu. Jikalau niatmu untuk lawan, untuk menunjukkan kebodohan, batalkan niatmu. Jikalau engkau tidak pasti kebenaran dalam teguran yang engkau niatkan itu, tangguhkan dulu teguran kamu.

Wahai anakku,
Bukan tidak boleh membuat teguran. Tapi buatlah teguran yang bersifat membina. Buatlah teguran yang bersifat mendidik dan menginsafkan. Buatlah teguran yang memberi harapan. Buatlah teguran selepas mendapat kebenaran dan perspektif yang betul. Sesungguhnya buatlah teguran demi tanggungjawabmu kepada Allah dan bukannya kerana manusia dan maruahmu.

Wahai anakku,
Jagalah maruah pihak yang hendak ditegur. Tegurlah pada isu yang ada di tangan. Jangan sesekali engkau cuba membangkitkan perkara yang lepas-lepas kerana ia akan merosakkan teguran yang diniatkan baik oleh engkau.

Wahai anakku,
Semasa membuat teguran, ingatlah manusia ini tidaklah sempurna walaupun sempurna ciptaan Allah. Ingatlah manusia depanmu itu pernah juga berbuat baik dan berkata-kata yang baik. Buatlah teguran tanpa buruk sangka pada manusia di depanmu. Buangkan segala buruk sangka pada manusia di depanmu. Tunjukkan belas kasihan-mu. Tunjukkan sifat penyayangmu. Tutupilah egomu. Dan jagalah kata-katamu dan ayat-ayatmu.

Wahai anakku,
Jangan pula engkau ingat hanya kau yang layak menegur orang dan orang yang ditegurmu itu mesti akur dan terima teguranmu. Jangan engkau ingat mereka akan membisu menerima segala teguran kamu tanpa dijawab. Jangan engkau ingat engkau sahaja betul dalam teguranmu. Bersedialah berlawan dengan hujah. Jika engkau kasar dalam bahasa teguranmu, bersedialah menerima balik kekasaran yang serupa atau lebih buruk.

Wahai anakku,
Menegur itu mudah. Menerima teguran itu payah. Engkau memahami perkara itu di dalam jiwa tapi akibat bisikan syaitan dan egomu kamu sering terlupa yang menerima teguranmu itu juga seorang manusia ciptaan Allah.

Bisikan syaitan menyebabkanmu merasakan diri lebih tinggi ketika menegur. Egomu menyebabkan kamu terasa diserang tanpa sebab ketika ditegur sebelum menilai teguran yang diterima samada benar mahupun palsu.

Wahai anakku,
Beradablah ketika menegur. Dan bersabarlah ketika ditegur kerana engkau akan saling memainkan watak ini dalam hidup kamu. Pentingkan membimbing dan memberi harapan daripada mencari salah dan menghukum dalam teguranmu. Dan pentingkan kebenaran dan nilai bersyukur ketika ditegur kerana ada yang sanggup memberi pandangan untuk membaiki diri.

Senyum
Muhasabah kta bersma...


Posted via Blogaway

MUST REMEMBER

Daisypath Anniversary tickers Daisypath Anniversary tickers Daisypath Vacation tickers Daisypath Anniversary tickers
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 

KALAM ILMU...

=> Ketahuilah bahawa kamu akan diperbuat sepertimana kamu membuat.
=> Imam Syafie pernah berkata, "Tidak akan mulia orang yang mengangkat diri, dan tidak akan hina orang yang merendah diri.."
=> Hidup mulia, mati syurga.
=> Dusta itu memberi ruang musuh mengambil alih kuasa dan ekonomi. Pemimpin yang tidak mengamalkan Al-Quran menyebabkan berlaku permusuhan sesama sendiri.
=> Akhirat itu di hadapanmu, yang memisahkannya hanyalah selangkah bernama kematian.
~> {Al-Ankabut:57}
"Setiap yang bernyawa akan merasai mati. Kemudian hanya pada kami kamu dikembalikan.." Sedarlah, detik hadapan tidak menjamin bahawa kita masih hidup. Oleh itu, hargailah detik sekarang dengan menyediakan bekalan untuk dibawa suatu hari nanti. Selalulah ingat Allah, ingat mati, kita semakin hampir kepada-Nya..
=> Sabda Rasulullah s.a.w. "Sesiapa yang mengucapkan LAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH akan masuk syurga.."
=>Tinggalkan apa yang meragukanmu, kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan dan dusta itu menimbulkan keraguan.
=> Ya Allah, sesungguhnya Engkau yang menjadikan kesenangan, maka permudahkanlah urusan kami Ya Allah.
=>Permudahkanlah jangan menyusahkan, gembirakanlah jangan menyedihkan.

=> Dari Abu Al-Darda.. "Dahulukanlah kedua-dua telingamu daripada mulutmu,, sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut agar engkau lebih banyak mendengar dari berbicara.."
~> Songsonglah hati agar selalu bermuhasabah tentang ikhlas. Keikhlasan itu pentadbirnya adalah hati, maka pastikan hati itu selalu bersih dengan ilmu dan ibadah yang sahih. Hanya kita yang dapat menilai dan menghitung hati sendiri. Hitunglah hati sebelum ia dihitung di hadapan Allah Taala kelak.
=> Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai pergaulan adalah mereka lebih mudah menceritakan perkara-perkara negatif mengenai orang lain berbanding perkara-perkara yang postif.
=> Kecerdasan akal dan fikiran itu adalah lahir dari cahaya iman yang menyerap di hati, tetapi padamnya ia adalah kerana maksiat yang rela dan berleluasa tanpa dikawal dan dihisab.
=> Tidak sempurna iman kamu jika aku (Rasulullah) tidak dicintai melebihi cinta ibu bapa kamu dan manusia lain.
=> Hidup ini adalah teduhan dan singgahan sementara sebelum kita melangkah ke singgahan dan teduhan yang kekal selamanya. Bersedialah kita untuk menghadapnya kerana kita tidak tahu bilakah saat kita menjadi ahli teduhan selamanya itu.
=> Kata orang arifbillah, semakin jauh perjalanan kepada Tuhan, semakin jahil diri dirasakan.. tapi, bila berasa semakin sempurna maka itu tanda telah ditipu syaitan.
=> Allah memberi dunia kepada sesiapa yang dia suka atau tidak suka, tetapi Allah memberi agama kepada orang yang Dia suka iaitu orang yang beriman.
=> Sebaik-baik manusia ialah mereka yang memberi manfaat kepada orang lain, dan bukan menyusahkan orang lain.
~> Setiap yang kita lakukan bukannya apa-apa, dan kita juga bukannya siapa-siapa, jika bukan kerana besarnya cinta kita kepada-NYA.
=> Dalam hidup ini ada 3 perkara yang paling berharga; Pertama: Allah yang memberi hidayah.. Kedua: Ibubapa yang memberi sokongan.. Ketiga: Masa yang selalu tinggalkan kita tanpa kita sedari. Maka, jagalah ketiga-tiga ini supaya berjaya di dunia dan di akhirat.
=> Zina itu mengakibatkan banyak wabak penyakit, tipu dalam urusniaga menyebabkan masalah ekonomi, menolak zakat menyebabkan kemarau panjang.
=> Tiada yang lebih perit dan pahit yang dirasai oleh hati dan jiwa melainkan kemaksiatan yang berterusan, malah maksiat itu adalah baja kepada nafsu amarah.
=> Firman Allah, "Katakanlah adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Hanya orang yang menerima peringatan ialah orang=orang yang berakal."